
Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan
Pangan berpendapat bahwa pemerintah harus memberi skema khusus untuk stimuli
tumbuhnya generasi petani muda. Intervensi pemerintah dinilai perlu masuk ke beberapa
aspek.
Koordinator KRKP, Said Abdullah
mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan generasi muda enggan
melanjutkan eksistensi pertanian dalam negeri, salah satunya adalah kepastian
pendapatan.
"Ke depan mungkin perlu
dipikirkan kebijakan baru pemerintah, yang menjamin soal pendapatan, karena
risetnya KRKP tentang apa yang membuat orang mau kembali membangun pertanian
itu faktor utamanya karena pendapatan. Kalau tidak ada upaya ke situ, itu
berat," ujar Said dalam Diskusi Publik Regenerasi Petani di Bakoel Koffie
Jakarta pada Selasa, 25 April 2017.
Selain itu, harus ada insentif
lain dari sisi perizinan dan akses permodalan. Misalnya, fasilitas khusus
petani muda untuk ekspor, dan pemasaran. "Kalau ada fasilitas khusus bisa
tarik minat anak muda membangun pertanian Indonesia," ucapnya. Kendati demikian, intervensi pemerintah yang sudah berjalan saat
ini tetap penting tingkatkan efisiensinya, karena sejauh ini, kepastian usaha pertanian yang diberikan pemerintah belum
menyeluruh.
Ia mengakui, intervensi
pemerintah untuk petani rakyat dalam hulu pertanian sudah cukup berperan besar,
seperti subsidi bibit dan pupuk. Namun, tidak cukup hanya itu. Harus diimbangi
dengan intervensi pemerintah di sisi hilir pertanian, yang dinilainya masih
lemah.Misalnya, dalam konteks harga padi. Meskipun ada HPP (harga pembelian pemerintah)
sebagai bagian dukungannya. Tetapi, untuk komoditas yang lain naik turun. tidak ada perlindungan
dari pemerintah.
Selain Kementerian Pertanian ada
peranan lain, seperti Kementerian Perdagangan, Bulog dan sebagainya. Potensi pertanian ini sangat besar untuk sebagai lahan
produktifitas generasi muda. Dia (generasi muda) bisa dapat banyak hal,
pertama, pendapatan dan harga diri juga bisa naik.
Diunggah : 25 april 2017 pukul 17:04 WIB
Nama : Ani
Widyawati
NIM : 14743
Gol : B1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar